WeCreativez WhatsApp Support
Assalamu\'alaikum wr wb. Tim kami akan menjawab pertanyaan anda. Terimakasih
Ada yang Bisa Kami Bantu?
Kamis , Agustus 13 2020
Home / Artikel / Al-Qur’an dan Keutamaan Orang-orang di Gazza

Al-Qur’an dan Keutamaan Orang-orang di Gazza

sufaraquran.com  Sunguh betapa mulianya al-Qur’an, kitab suci yang merupakan mukjizat dan mengandung hikmah serta keajaiban. Setiap hurufnya mengandung kebaikan bagi pembacanya. Malaikat pun akan selalu mendatangi siapa saja yang membaca kitab suci tersebut karena meyukai lantunan ayat-ayat di dalamnya. Bagi penghafal Qur’an, Allah senantiasa menjaga dan menyegarkan ingatan orang tersebut meskipun lanjut usia. Belum lagi syafaat al-Qur’an di hari akhir yang akan menyelamatkan orang tersebut. Sayangnya, di negara kita yang merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar sangat jarang yang tercatat sebagai hafidz, tidak seperti di Palestina yang meruapakan negeri para hafidz, terutama di kota Gazzanya, al-Qur’an senantiasa terlantun sepanjang hari.

Memang sangat pantas jika Gazza adalah kota di mana para muhafidz berada. Di kota itu hafalan al-Qur’an adalah sesuatu yang dipandang sangat membanggakan dan hafidz merupakan status yang bergengsi. Murojaah merupakan makanan sehari-hari, karena menurut Syeikh Muhammad Khattab, siapapun bisa menghafalkan al-Qur’an, akan tetapi menjaga hafalannya adalah lain soal. Karena itu cara untuk menjaga hafalan agar tidak pudar adalah dengan ketaqwaan dan terus menerus melakukan murojaah, tutur salah satu Imam di Gazza, Palestina tersebut. Sedangkan cara lain untuk menjaga hafalan adalah membaca al-Qur’an saat salat malam, sesuai anjuran dari beliau yang mengatakan, “Hapalan Quran kita juga lebih melekat jika digunakan pada salat malam. Bisa jadi salat Qiyamul Lail kita hanya dua rakaat tapi bacaannya satu juz.”

Pria kelahiran Makkah, Arab Saudi itu menceritakan bagaimana dirinya semenjak kecil sudah membiasakan diri dengan hafalan al-Qur’an. lima hingga tujuh juz sudah sering dihafalkan. Sejak usia 16 tahun, ia telah mengikuti dauroh yang khusus menargetkan hafal al-Qur’an dalam tempo dua bulan. Tentu ini bukan hal yang mudah dijalani.

Foto saat Masyarakat Gaza yang tak lupa melaksanakan shalat meski ikut serta dalam Aksi Great Return March

Di Gazza, pelatihan intensif menghafal atau dauroh, merupakan sebuah tempat berlatih yang sangat ketat. Dari 5000 pendaftar, hanya 100 anak saja yang lolos penyaringan. Para pendaftar berasal dari berbagai cabang lembaga penghapal Quran yang tersebar di berbagai daerah di Palestina. Setahun sekali, dauroh yang berada di Gaza membuka pendaftaran murid baru. Selain ketat penyaringannya, masa karantina di sana akan dianggap sebagai proses penggemblengan yang cukup berat. Penggemblengan itu dilakukan dengan cara memulai kegiatan menghafal dimulai sejak usai melakukan salat subuh hingga menjelang salat dhuhur. Para penghafal membaca ulang 20 hingga 40 kali tiap lembarnya, kemudian setelah salat dhuhur mereka melakukan hal yang sama.

Selain memiliki program target hafalan dalam waktu singkat, orang-orang yang tersaring sudah dipastikan tidak bermasalah dengan pengucapan dan tentunya sudah terbiasa menghafal.

Biasanya, masalah yang sering terjadi bagi para penghafal adalah adaptasi. Jika ada yang sedih ketika harus bersusah payah menghafal, Syeikh Muhammad memakluminya. “Seminggu pertama mengikuti dauroh itu, saya juga kesulitan menghafal. Tapi pada minggu berikutnya, mulai usai Subuh sampai Dzuhur, bisa hafal13 halaman,” tutur Syeikh Muhammad.

Jika dikalkulasikan, tiga belas halaman sama dengan enam lembar dan itu berarti setengah juz mampu terekam ingatannya hanya dalam tempo sekitar 7 jam. Belum lagi pada belasan jam berikutnya yang terus diupayakan untuk menghafal. Bisa dibayangkan berapa banyak lembar yang mampu dikhatamkannya.

“Di sana, kami, para penghapal Quran mendapatkan ijazah resmi,” papar Sarjana Ilmu Syariah Universitas Islam Gaza itu. Sejak dinyatakan secara resmi menyandang status al-Hafidz, hingga kini Syeikh Muhammad telah meluluskan 250 orang penghapal Quran. Saat ini terdapat 40 orang Penghafal Quran di Gaza yang menunggu kepulangannya dari Indonesia untuk memberi ijazah resmi al-Hafidz. Di antara murid-muridnya itu, ada saja mereka yang menghapal setiap harinya setengah halaman. Akan tetapi itu tidak masalah sebab jika mereka konsisten seperti itu setiap harinya, maka selama empat tahun bisa khatam. (l) (agungyulith/sufaraalquran)

About adminSQ

Check Also

Ramadhan Qurani - pelatihan Quran anak dan dewasa 1 - www.sufaraquran.com

‘Ramadhan Qurani’ Fasilitas Sempurnakan Berkah Ramadhan Tahun Ini

Sufara Al-Quran hadir kembali dengan program-program Ramadhan unggulan. Setidaknya terdapat empat jenis pelatihan yang dihadirkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.